Rabu, 04 Mei 2011

Low Profile

kamis
5 Mei 2011

“Prajurit-prajurit menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya di atas kepala-Nya. Mereka memakaikan Dia jubah ungu, “ Yoh 19:2

Bacaan: Yoh 18:28 – 19:16a

Tuhan Yesus di hadapan pengadilan Pilatus. Pilatus
sama sekali tidak menemukan kesalahan pada Yesus.
Pada zaman itu, orang Yahudi mempunyai dua hukum,
yaitu Hukum Taurat dan Hukum Pemerintahan. Pilatus
adalah seorang yang jaksa penuntut umum yang diberi
kuasa untuk mengadili perkara. Sebenarnya Pilatus menjadi
penguasa di daerah Kaisarea. Dan Pilatus tidak disukai
oleh orang-orang Yahudi. Namun ketika Orang Yahudi
perlu pengesahan untuk menyalahkan Yesus, maka
Orang Yahudi datang kepada Pilatus. Sebelumnya Yesus
sudah dinyatakan bersalah oleh imam besar.

Yesus dipakaikan pakaian jubah ungu. Dalam terjemahan
aslinya disebutkan jubah berwarna merah, yang
kemungkinan adalah jubah prajurit Romawi. Jubah-Nya
sendiri sudah diperebutkan oleh prajurit Romawi itu.
Jubah ungu ini sangat berbeda dengan jubah ungu cerita
orang kaya di luk 16:19, yang terbuat dari kulit kerang/
remis yang bernilai sangat tinggi. Sedangkan Yesus dihinakan
dengan dikenakan baju prajurit. Tetapi Yesus tetap
low profile.

GLOWers, Tuhan Yesus yang Maha Kaya dan Mulia
itu merelakan diri-Nya, membiarkan diri-Nya dihina
hanya untuk membebaskan manusia yang percaya kepada-
Nya dari dosa. Dan Tuhan Yesus memberikan kita
hidup. Dia tidak mementingkan diri-Nya sendiri. Maukah
kita mengikuti teladan Yesus yang merendahkan diri-
Nya, tidak mementingkan diri-Nya sendiri?
(R’Tom)

Selasa, 03 Mei 2011

Bersiaplah!!

"Hendaklah pinggangmu tetap berikat dan pelitamu tetap menyala”. Luk 12:35

Bacaan: Ef 6:10-20

Jubah Orang Yahudi panjang dan longgar. Ketika mereka hendak berjalan, ataupun bekerja mereka harus “menyandang” atau mengikatkan jubah itu atau mengikat pinggang mereka, agar mereka dapat dengan leluasa bekerja. Jadi orang yang bersiap untuk bekerja, pinggangnya harus terikat.
Surat Efesus menjelaskan bukan hanya secara fisik pinggang kita harus berikat pinggang, sebagai tanda bersiap. Namun pinggang kita juga harus lah berikatkan kebenaran dan berbaju zirahkan keadilan. Dan biarlah pelita kita tetap menyala. Ini menggambarkan seorang hamba yang menunggu tuannya pulang hingga malam, dan tetap menyalakan obor, dengan tetap berikat pinggang. Artinya menunggu kedatangan tuannya untuk siap melayani tuannya itu.
GLOWers, Firman Tuhan adalah kebenaran. Mari kita mengikatkan pengetahuan akan Firman Tuhan dalam hidup kita, agar kita dapat bekerja dengan baik. Dan mengenakan bajuzirah keadilan untuk menjaga hati kita selalu berbuat benar. Hidup seimbang dengan memperoleh kebenaran dari Tuhan dan menyalurkan nya menjadi keadilan bagi sesama. (R’Tom)

Sabtu, 30 April 2011

Making Alive

Sabtu, 30 April 2011

“Manusia itu memberi nama Hawa kepada isterinya, sebab dialah yang menjadi ibu semua yang hidup”.
Kej 3:20

Bacaan:
Kej 3

Saat Adam bangun dari tidurnya, ia mendapati seorang makhluk sepadan yang diambil Allah dari tulang rusuknya, dan menamainya perempuan. Mereka berjalan bersama di taman Eden, sampai pada suatu saat Hawa berjalan sendiri sehingga ular dapat menipunya. Mereka berdua pun jatuh dalam dosa.

Seketika manusia itu jatuh dalam dosa, Tuhan tau dan segera menemui mereka, meminta pertanggung jawaban pada masing-masing pribadi. Pertama Tuhan menanyai Adam, kemudian Hawa, lalu ular. Anehnya hanya ular lah yang benar-benar kena kutuk, “terkutuklah engkau di antara segala ternak dan di antara segala binatang hutan…”. Saat itu juga Tuhan berjanji akan mengirimkan Yesus melalui keturunan Hawa untuk meremukkan iblis (ay 15). Oleh sebab janji Tuhan itu, Adam memberi nama “Hawa” kepada isterinya itu. Hawa sendiri hanya diberikan hukuman atas perbuatannya itu. Adam juga tidaklah dikutuk Tuhan, tetapi tanah lah yang dikutuk. Adam harus bersusah payah mengelola tanah, karena tanah sudah terkutuk.

GLOWers, sejak awal manusia jatuh dalam dosa, Tuhan lah yang terlebih dahulu mendatangi manusia itu. Kepada kita juga Tuhan selalu setia mendatangi kita supaya kita bertobat dan meninggalkan segala kejahatan kita. Mau kah kamu meresponi Yesus yang menunggumu untuk segera bertobat dari kesalahanmu? (R’Tom)

Kamis, 28 April 2011

Jesus Style

Jumat, 29 April 2011

Karena bagiku hidup adalah Kristus..”
(Filipi 1:21)

Bacaan:
Filipi 1:20-26

Beberapa waktu yang lalu di Jakarta dihebohkan dengan peristiwa Bom buku. Ada Polisi yang menjadi korban karena dia menyalahi prosudur dalam menjinakkan bom. Karena ketidak mengertian polisi itu, dia menjadi korban. Untuk dapat menjinakkan bom, yang berwenang melakukannya adalah pasukan khusus yang sudah mendapat pelatihan-pelatihan. Penjinank bom itu memiliki style dan perlengkapan yang berbeda dari polisi lainnya.

Sewaktu ketika Yesus mendapati keadaan dimana ada seorang wanita yang berzinah dihakimi dan mau dilempari oleh masyarakat zaman itu. Namun Yesus segara “menjinakkan” bom amarah mereka yang ingin menghujani perempuan itu dengan batu. Dengan gaya Yesus yang bijaksana dan lemah lembut, mereka akhirnya tidak jadi melempari perempuan itu dengan batu. Right, Jesus Style is the answer….

Tuhan mengerti sekali solusi untuk setiap permasalahan di dunia ini. Ia mencari pasukan kecil saja untuk melakukan hal-hal besar. Asalkan pasukan itu mau mengikuti style Tuhan Yesus. Yesus itu penih dengan belas kasihan, ketaatan dan maunya Tuhan Yesus adalah kehendak Bapa. Dunia ini menantikan pasukan khusus yaitu kita yang sudah dipanggilNya. Bagimana dengan kita? Apa kita mau menjadi tim Khusus Tuhan? Bersediakah kamu hari ini hidup penuh dengan damai dan tertib? Apakah kamu menjadikan Firman Tuhan sebagai gaya hidupmu? (Hendra)

Freedom attitude

Kamis, 28 April 2011

“Lalu berfirmanlah Tuhan kepada Musa, “ Aku telah mendengar sungut-sungut orang Israel..”
(Keluaran 16:11-12)

Bacaan:
Keluaran 16:11-24

Ketika hari permtama saya masuk SMA saya mash sering untuk kembali ke sekolah saya di SMP. Saya masih merasa SMP itu rumah terbaik saya karena banyak kenangan indah di sana. Namun setelah beberapa bulan, saya mulai menemukan hal baru. Akhirnya saya menyadari saya sudah SMU dan menikmati indahnya menjadi anak SMA.

Demikian halnya dengan orang Israel yang sudah dibebaskan Tuhan dari perbudakkan. Mereka marasa sebagai budak . mereka tidak menyadari bahwa Tuhan telah membuat mereka naik kelas. Alahasil dari mereka banyak yang tidak menikmati berkat yang sudah dijanjikan. Mereka meninggal karena ulah mereka sendiri. Padahal Tuhan ingin menunjukkan berkat yang luar biasa bagi mereka yaitu tanah yang baru, rumah yang baru dan kemerdekaan yang baru.

Glowers, demikian juga dengan kita. Kalau kita mau jujur terkadang kita lupa kalau kita sudah naik kelas dibuat Tuhan. Kita memang sudah naik kelas tetapi tingkah laku atau attitude kita masih sama seperti anak yang tidak naik kelas. Masih malas bangun. Kamar berantakan, masih mengerjakan PR di sekolah, masih suka gaduh, dendam, bersungut-sungut dan hal lainnya. Glowers, apa yang akan kamu buat untuk Tuhan sebagai tanda bahwa kamu sudah naik kelas? Apa yang akan kamu perbuat kepada dirimu hari ini sebagai anak Tuhan yang sudah dimerdekakan dari dosa? (Hendra)

Sabtu, 23 April 2011

Berkuasalah..

Sabtu, 23 April 2011

“Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "..... penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi." Kej 1:28

Bacaan: Maz 8

Perintah ini adalah perintah pertama Tuhan kepada manusia. Perintah ini diberikan kepada manusia sebelum manusia itu jatuh ke dalam dosa. Namun perintah ini tidak dicabut ketika manusia itu jatuh dalam dosa, manusia harus tetap berkuasa atas buatan tangan Tuhan itu.

Anugerah keserupaan dengan Allah itu tidak dicabut. Secara spiritual, manusia diberikan kemampuan untuk bersekutu dengan Tuhan. Secara moral, manusia memiliki kemampuan untuk mentaati perintah Allah, yaitu melalui hati nuraninya. Secara natural, manusia memiliki intelektual, emosi, kehendak untuk memahami kehendak Tuhan. Dari sini kita dapat melihat bahwa manusia itu sungguh berbeda dengan makhluk ciptaan lainnya.

GLOWers, apakah kamu sudah menguasai buatan tangan Tuhan lainnya (yg bukan manusia)? Sudah kah kamu menguasai/ menaklukkan waktu? Sudahkah kamu menaklukkan makanan yang kamu makan atau mereka lebih menguasaimu dari kamu menguasainya? Marilah kita mengatur waktu 24 jam yang sudah diberikan kepada kita dan kita gunakan sebaik-baiknya. Begitu juga dengan buatan Tuhan yang lainnya. (R’Tom)

Selasa, 19 April 2011

Perhatikan sesama

Rabu
20 April 2011
“Bertolong-tolonglah menanggung bebanmu! demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus!...’
(Galatia 6:2)

Bacaan:
Galatia 6:1-10

Sebuah stasiun televisi jepang memutar kisah nyata dari gempa dan tsunami yang telah melanda Jepang. Kisahnya se ekor anjing yang selamat menggonggong kea rah kamerah yang meliput. Sanga kamarawan tidak mengerti, namun sang anjing sambil menggonggong seolah-olah ingin menunjukan sesuatu untuk diikuti oleh kamerawan. Nah, ternyata anjing tadi ingin ada manusia yang menolong rekan anjing tersebut yang sedang lemah keadaanya di sesuatu tempat akibat gempa dan tsunami yang melanda. Kisah ini menjadi hangat sekali di youtube dan meluas ke berbagai Negara.

Apa artinya itu. Seekor anjing saja memiliki rasa solidaritas kepada sesamanya. Apalagi kita adalah mahluk lebih berguna dan mulia dari seeekor binatang. Sudah seharusnya kita membuka ruang hati untuk menolong sesama.Banyak sekali hal yang kita bisa bantu untuk sesama. Contoh kecilnya adalah belajarnya untuk mau bertanya dan mendoakan. Tuhan Yesus sudah mencontohkannya 2000 tahun yang lalu. Dan menjadikan kegiatan itu menjadi aktivitas favoritnya.

Glowers, sebagai anak Tuhan adalah sungguh sangat mulia bisa menolong orang lain. Kita bisa bertanya seperti apa kabar? Bagaimana kabar orangtua atau kakak atau abangmu? Mungkin kita bisa menyebutkan di dalam doa-doa kita orang-orang yang kita lihat atau rasa membutuhkan dukungan. itu juga luar biasa. Atau kita mengumpulkan uang bersama tema-teman kita untuk disumbangkan bagi mereka yang pengen sekolah. Bisa juga kita mengajan teman-teman kita untuk ke rumah sakit untuk berdoa bagi orang sakit. Masih banyak lagi hal yang dapat kita lakukan untuk membantu sesame. Bapa tidak pernah berutang, ia akan membalas apa yang sudah kita tabor… (Hendra)