Minggu, 23 November 2008

Tubuh Kristus

Dari padaNyalah seluruh tubuh,--yang rapih tersusun
dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota—menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih (Efesus 4:16)

Sebuah pohon dapat dikatakan pohon apabila pohon itu punya daun, ranting, akar, badan pohon, dan masing-masing bagian dari pohon itu beda-beda donk, kalo kita liat dari bentuknya ajah dah beda gitu loh apa lagi kegunaan masing-masing bagian dari pohon itu, ya gak? Gak mungkin aja kita bilang pohon kalo cuma daun doank, ato cuma ada akar doank.
Temen, gitu juga loh ‘bout tubuh Kristus, atau lebih dikenal gereja. Tubuh Kristus itu ibarat sebuah pohon, mungkin aja gw adalah daun yang satu, dan loe adalah daun yang lain, atau temen kamu itu batangnya. Tetapi semua terikat dalam satu batang pohon.
Kan kamu dah tau, lo daun itu b’tugas untuk masak makanan, ranting itu menopang daun-daun, batang pohon memberi keseimbangan untuk menopang daun dan ranting, klo akar ya untuk menyerap air, makanan dari tanah untuk kelangsungan hidup pohon itu.
Di gereja, atau persekutuan doa, kita sering menjumpai ketidakcocokan satu sama lain, mungkin yang satu menganggap dirinya lebih penting dari yang lain. Ya… bisa aja semua itu terjadi, karena tugasnya berbeda-beda. Tetapi kita harus bisa memberikan tempat di hati kita untuk kesalahan orang lain, supaya kita dapat mengampuni dia, sehingga kta dapt bertmbuh bersama dalam tubuh Kristus. (‘nna)

Kertas amplas

Filp 2:5 “Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan, yang terdapat juga dalam Kristus Yesus”

Bibi Sally pernah bilang, “Kau seharusnya seperti kertas amplas untuk orang lain, dimana orang lain akan menjadi mengkilap dan indah sementara kau akan semakin habis”.
Ini adalah satu cuplikan dari salah satu film box office. Film ini menceritakan tentang permintaan terakhir seorang bibi Sally yang baik hati, bahwa dia ingin anggota gereja Beuleh boleh ikut dalam kompetisi paduan suara. Sementara tidak ada lagi orang yang tertarik dengan gereja, apalagi menjadi anggota paduan suara. Itu hanyalah lelucon bagi mereka.
Tetapi cobalah kita renungkan baik-baik perkataan bibi Sally ini, sepertinya sebelum dia menguacapkan perkataan ini, dia sudah pernah membaca alkitab sebelumnya. Dia mempelajari pribadi Yesus, yang rela ‘habis’ untuk orang lain. Ya… memang ini hanyalah film, tetapi pastilah si penulis scenario ingin menyampaikan sesuatu kepada penontonnya.
Friends, tujuan hidup kita adalah untuk Kristus saja, untuk menyenangkan hatinya Tuhan Yesus, yang rela mati dan bangkit untuk kita. Tuhan Yesus selama 33 tahun hidup di dunia sudah memberi contoh bagaimana Dia menyenangkan hati Bapa, dengan mentaati Bapa sepenuhnya. Demikian juga kita harus mengikuti teladannya Yesus. (R’Tom)

Kepuasan dalam Kristus

Ku katakan ini bukanlah karena kekurangan, sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan. Segala perkara dapat ku tanggung di dalam Dia yang member kekuatan kepadaku. (Filipi 4:11,13)


Guys…kalo dipikir-pikir nih, untuk apa sih kita belajar, bekerja, mencari uang, berlibur, bersenang-senang, dan ada banyak kegiatan-kegiatan kita yang laen yang pastinya hanya untuk mendapatkan sesuatu yang namanya kebahagiaan, ato kepuasan. Bener gak? Tapi yang jadi pertanyaan apakah semua kegiatan-kegiatan itu bener-bener akan buat kita bahagia? Nope!
Ada banyak orang diluar sana yang punya pendidikan tinggi, punya harta yang banyak tapi mereka tetep merasa hampa, hidupnya gak tenang ternyata harta enggak nyelesain segalanya.
Hanya di dalam Tuhan Yesus saja ada ketenangan, walaupun banyak tantangan, banyak cobaan yang sering banget datang ke kehidupan kita tapi percaya adza dec guys… Tuhan akan selalu bersama-sama dengan kita dan gak akan mempemalukan anak-anakNya yang sungguh-sungguh berharap kepadanya.


Orang yang paling bahagia tidak selalu memiliki yang terbaik dari segala sesuatu, mereka hanya memanfaatkan yang terbaik dari apa yang mereka punya. (‘nna)

Jangan Malas

“Siapa mengumpulkan pada musim panas, ia berakal budi; siapa tidur pada musim panen membuat malu”(Amsal 10:5)

Pada suatu pagi seorang pria sedang terburu-buru memasuki stasiun kereta api di pinggiran kota. Dengan terengah-engah ia bertanya pada penjual tiket, “Kapan kereta pukul 08.01 berangkat?”
“Pukul 08.01” jawab penjual tiket.
“yah..jam ku menunjukkan pukul 07.59, jam kota menunjukkan pukul 07.57, dan jam stasiun menunjukkan pukul 08.04.Mana yang menunjukkan keberangkatan?” Tanya pria tersebut.
“Anda dapat berangkat pukul berapa pun yang anda mau.Tapi anda tidak bisa pergi dengan kereta pukul 08.01—karena sudah terlambat” jawab si penjual tiket.
Guys, coba bayangin kalo aja si pria tsb bener-bener mempersiapkan dirinya agar datang lebih cepat dari waktu yang sudah ditentukan pastinya dia gak akan terlambat, dan gak perlu nunggu beberapa jam lagi untuk keberangkatan kereta yang selanjutnya.
Gimana dengan kita? Apakah ada banyak hal yang telah kita lewatkan hanya karena kata “terlambat”? Gimana kalo waktu Tuhan Yesus datang yang kedua kali kita ditinggal karena kita belon ada persiapan diri? Gak mau donk pastinya.
So..ayo sohib muda, sebagai anak-anak Tuhan kita kudu mempersiapkan segala sesuatu yang kita butuhkan atas apa yang akan kita lakukan, hilangkan kemalasanmu, dan jangan menunda-nunda suatu pekerjaan.

Orang bijak langsung melakukan hal-hal yang ditunda orang bodoh. (‘nna)

Mata yang terbuka

Lukas 24:13-35

Seorang ahli sihir berkata kepada pasiennya “jika engakau mau melihat mahluk2 halus dan kekuatan gaib, kamu harus mematuhi perintah-perintahku”.
Dalam perjalanan pulang murid-murid Tuhan Yesus, mereka bercakap-cakap dengan orang yang ada bersama dengan mereka yang membicarakan kisah kematian Yesus Kristus. Murid2 tidak mengenal yang bersama dengan mereka karena sibuk hanya memfokuskan kesedihan2 setelah kematian guru mereka. Mereka tidak sadar bahwa yang bercakap-cakap dengan mereka itu adalah Yesus. Sepertinya ada hal/selubungyang menutup mata mereka sehingga mereka tidak mengenal Yesus.
Murid murid khawatir tentang masalah2 yang terjadi pada mereka saat itu sehingga tidak dapat melihat Yesus yang nyata hadir bersama mereka. Demikian jugalah hal ini terjadi kepada banyak anak-anak Tuhan yang hanya terfokus dengan masalah-masalah yang mereka alami. Padahal sebenarnya disaat-saat seperti itulah akan nyata kita rasakan Yesus bekerja. (Hendra)

Perubahan

Markus8:38

Bebarapa waktu yang lalu ada acara musik yang sanagt sukses. Kesuksesan acara itu tidak terlepas dari tema yang bertajukkan “sound of change”. Dalam acara itu dapat diisi oleh berbagai jenis musik yang berbeda dari tahun2 sebelumnya.
Masa sebelum Yesus lahir ke dunia,banyak aspek kehidupan dan keagamaan yang sangat monoton dan stagnasi yang dapat dikatakan tidak mengalami kemanjuan.Persoalan juaga ditambah dengan penjajah2 yang membawa dampak social yang buruk bagi Israel.
Selama Yesus ada di bumi Israel, banyak sekali perubahan2 yang dilakukanNya.Cara pandang manusia akan Tuhan, dengan sesama dan akan masa depan sungguh berubah dalam masyarakat zaman itu. Cara pandang yang berubah itu akhirnya mendatangkan perubahan yang positif hingga hari ini. Perubahan akan dilakukan Tuhan dalam kita jika kita mau benar2 berubah! (Hendra)

Siapakah Roh Kudus?

Yoh 6:4b-15

Jika kita teliti dan menghayati ayat bacaan di atas., maka kita akan mengetahui sedikit-demi sedikit siapakah Roh Kudus itu. Ia adalah Allah yang tugasnya untuk menghibur, mengajar dan menginsyafkan dunia ini. Disaat kita melihat matahari(walaupun tidak dapat kita samakan dengan Tuhan) kita akan melihat ada unsr daya/api yang terdapat di dalam cahaya dan bulatan matahari itu.
Dialah bagian yang “terdalam” dari Allah dan kita juga kita manusia sebagai ciptaanNya memiliki roh yang tidak dapat dilihat dengan mata jasmani kita. Pertanyaannya, kapankah Roh Kudus ada di dalam kita?Jawababnnya adalah disaat kita menerima Yesus Kristus Tuhan. Roh Kudus di dalam kita memiliki tujuan untuk memuliakan Yesus Kristus. Allah Bapa, Yesus Kristus dan Roh Kudus adalah “satu”. Ketiganya dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan.
Zaman Allah Bapa(Perjanjian Laama). Zaman Yesus Kristus(Perjanjian Baru) zaman Roh Kudus yang dari Yesus kristus naik, sekarang hingga yang akan datang. Sekaranglah zaman Roh Kudus yang penuh dengan keajaiban2, karunia2 dsb. Tinggal kita memintanya dengan “rajin” untuk mendapatkan karunia dan keajaiban2 itu. (Hendra)