Senin, 09 Mei 2011

Kebenaran yang Membebaskan

Selasa, 10 Mei 2011

Kata Pilatus kepada-Nya: "Apakah kebenaran itu?" Yoh 8:38a

Bacaan: Yoh 8:30-36

Pilatus adalah seorang jaksa penuntut umum yang diberi kuasa oleh orang Yahudi untuk mengadili Yesus. Ketika Pilatus memeriksa kasus Yesus, di sana tidak ada seorang Yahudi seorang pun, karena mereka akan menghadapi paskah. Dalam kesempatan itu Pilatus ingin tau lebih banyak tentang Yesus, "Apakah kebenaran itu?". Mungkin ini adalah respon dari perkataan Yesus yang sebelumnya, "supaya Aku memberi kesaksian tentang kebenaran". Dan Pilatus berkesimpulan bahwa Yesus tidak bersalah.

Yesus berkata: "Dia, yang mengutus Aku adalah benar". Dan Yesus berkata: "kebenaran itu memerdekakan kamu". selama Yesus di bumi, Ia mengkampanyekan tentang Bapa. Ia tidak menampilakan diri-Nya sendiri. Tujuan-Nya membuat diri-Nya menjadi jembatan agar orang-orang dapat mengenal dan menerima Bapa itu.

GLOWers, kecenderungan kita yang sudah mengenal Yesus adalah ingin sekali mengenalkan Yesus kepada orang lain. Itu baik sekali. Tetapi yang membuat orang tidak suka atau bahkan reject adalah cara kita. Mari kita meniru teladan Yesus yang tidak pernah memaksa orang lain untuk menerima kebenaran itu, walaupun Ia punya kuasa untuk itu. Kita hanya dapat memberitakan kebenaran itu, tetapi biarlah kebenaran itu sendiri yang memerdekakan. (R'Tom)

Minggu, 08 Mei 2011

Rise And Pray

Kata-Nya kepada mereka: "Mengapa kamu tidur? Bangunlah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan." Luk 22:44

Bacaan: Luk 22: 39-46

Murid-murid merasakan dukacita yang mendalam. Mereka masih setia menemani Yesus di taman Getsemani. Tetapi tidak banyak yang dapat mereka lakukan. Dukacita mereka membuat mereka terlena dan tertidur.
Yesus mengingatkan mereka agar mereka dapat tetap terjaga dan berdoa. Walaupun hati mereka gundah, harus tetap terjaga. Yesus tau, dukacita itu dapat merobohkan jiwa. Dalam dukacita itu menyita semangat dalam diri manusia itu. Ketika semangat itu telah pergi, mudah sekali bagi manusia untuk jatuh ke dalam pencobaan. Tuhan Yesus sudah memberikan teladan bagi kita. Dalam tubuh manusia, ketika dalam masa kesesakan-Nya, keringat-Nya pun sudah menjadi titik darah, namun Yesus tetap berdoa. Kekuatan dari tempat yang maha tinggi pun menghampiri-Nya.
GLOWers, seringkali orang muda cepat ciut dalam menghadapi tantangan. Ketika menemukan jalan buntu, cepat menyerah, lari dari permasalahan. Temans, beranikan dirimu menghadapi segala rintangan. Tetap terjaga dan berdoalah, minta kekuatan kepada Tuhan. Apa yang menjadi masalahmu? Jangan biarkan dirimu terlena dan menjauh dari Tuhan. Justru dekatilah Tuhan. (R’Tom)

Kamis, 05 Mei 2011

“Itu Tuhan!”

“Maka murid yang dikasihi Yesus itu berkata kepada Petrus: "Itu Tuhan." Ketika Petrus mendengar, bahwa itu adalah Tuhan, maka ia mengenakan pakaiannya, sebab ia tidak berpakaian, lalu terjun ke dalam danau”. Yoh 21:7

Bacaan: Yoh 21

Orang Yahudi pada zaman itu mengenakan baju rangkap. Ada baju bagian luar kita sebut dengan mantel, dan baju bagian dalam kita sebut dengan jubah. Jubah mereka panjang dan longgar. Jika mereka akan bekerja, berjalan, berlari, bermain, mereka harusmengikatkan jubah mereka itu pada pinggang mereka, agar bisa leluasa bergerak.

Yohanes adalah murid yang dikasihi oleh Yesus. Ketika ia melihat Yesus, Ia yang terlebih dahulu dapat mengenali Yesus dibandingkan dengan teman-temannya yang lain. Sedangkan Petrus mendengar “itu Tuhan”, dan langsung mengenakan baju nelayannya dan nyebur ke air. Tadinya Petrus tidak memakai baju. Kondisinya sedang tidak bersiap. Spontan timbul iman dalam diri Petrus. Mereka yang tadinya sangat berduka karena kehilangan Guru mereka.

GLOWers, betapa pentingnya pengenalan akan Tuhan. Betapa pentingnya mengingat-ingat Firman Tuhan itu. Yohanes dapat mengidentifikasi pribadi Yesus dengan cepat. Yohanes mengenali kebiasaan Yesus, cara Dia bertanya, dsb. Kita dapat mengenal Tuhan dari Firman Tuhan. Mari kita berusaha untuk mengenal Tuhan yang kita sembah itu. Galilah Firman Tuhan lebih dalam lagi. (R’Tom)

Rabu, 04 Mei 2011

Low Profile

kamis
5 Mei 2011

“Prajurit-prajurit menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya di atas kepala-Nya. Mereka memakaikan Dia jubah ungu, “ Yoh 19:2

Bacaan: Yoh 18:28 – 19:16a

Tuhan Yesus di hadapan pengadilan Pilatus. Pilatus
sama sekali tidak menemukan kesalahan pada Yesus.
Pada zaman itu, orang Yahudi mempunyai dua hukum,
yaitu Hukum Taurat dan Hukum Pemerintahan. Pilatus
adalah seorang yang jaksa penuntut umum yang diberi
kuasa untuk mengadili perkara. Sebenarnya Pilatus menjadi
penguasa di daerah Kaisarea. Dan Pilatus tidak disukai
oleh orang-orang Yahudi. Namun ketika Orang Yahudi
perlu pengesahan untuk menyalahkan Yesus, maka
Orang Yahudi datang kepada Pilatus. Sebelumnya Yesus
sudah dinyatakan bersalah oleh imam besar.

Yesus dipakaikan pakaian jubah ungu. Dalam terjemahan
aslinya disebutkan jubah berwarna merah, yang
kemungkinan adalah jubah prajurit Romawi. Jubah-Nya
sendiri sudah diperebutkan oleh prajurit Romawi itu.
Jubah ungu ini sangat berbeda dengan jubah ungu cerita
orang kaya di luk 16:19, yang terbuat dari kulit kerang/
remis yang bernilai sangat tinggi. Sedangkan Yesus dihinakan
dengan dikenakan baju prajurit. Tetapi Yesus tetap
low profile.

GLOWers, Tuhan Yesus yang Maha Kaya dan Mulia
itu merelakan diri-Nya, membiarkan diri-Nya dihina
hanya untuk membebaskan manusia yang percaya kepada-
Nya dari dosa. Dan Tuhan Yesus memberikan kita
hidup. Dia tidak mementingkan diri-Nya sendiri. Maukah
kita mengikuti teladan Yesus yang merendahkan diri-
Nya, tidak mementingkan diri-Nya sendiri?
(R’Tom)

Selasa, 03 Mei 2011

Bersiaplah!!

"Hendaklah pinggangmu tetap berikat dan pelitamu tetap menyala”. Luk 12:35

Bacaan: Ef 6:10-20

Jubah Orang Yahudi panjang dan longgar. Ketika mereka hendak berjalan, ataupun bekerja mereka harus “menyandang” atau mengikatkan jubah itu atau mengikat pinggang mereka, agar mereka dapat dengan leluasa bekerja. Jadi orang yang bersiap untuk bekerja, pinggangnya harus terikat.
Surat Efesus menjelaskan bukan hanya secara fisik pinggang kita harus berikat pinggang, sebagai tanda bersiap. Namun pinggang kita juga harus lah berikatkan kebenaran dan berbaju zirahkan keadilan. Dan biarlah pelita kita tetap menyala. Ini menggambarkan seorang hamba yang menunggu tuannya pulang hingga malam, dan tetap menyalakan obor, dengan tetap berikat pinggang. Artinya menunggu kedatangan tuannya untuk siap melayani tuannya itu.
GLOWers, Firman Tuhan adalah kebenaran. Mari kita mengikatkan pengetahuan akan Firman Tuhan dalam hidup kita, agar kita dapat bekerja dengan baik. Dan mengenakan bajuzirah keadilan untuk menjaga hati kita selalu berbuat benar. Hidup seimbang dengan memperoleh kebenaran dari Tuhan dan menyalurkan nya menjadi keadilan bagi sesama. (R’Tom)

Sabtu, 30 April 2011

Making Alive

Sabtu, 30 April 2011

“Manusia itu memberi nama Hawa kepada isterinya, sebab dialah yang menjadi ibu semua yang hidup”.
Kej 3:20

Bacaan:
Kej 3

Saat Adam bangun dari tidurnya, ia mendapati seorang makhluk sepadan yang diambil Allah dari tulang rusuknya, dan menamainya perempuan. Mereka berjalan bersama di taman Eden, sampai pada suatu saat Hawa berjalan sendiri sehingga ular dapat menipunya. Mereka berdua pun jatuh dalam dosa.

Seketika manusia itu jatuh dalam dosa, Tuhan tau dan segera menemui mereka, meminta pertanggung jawaban pada masing-masing pribadi. Pertama Tuhan menanyai Adam, kemudian Hawa, lalu ular. Anehnya hanya ular lah yang benar-benar kena kutuk, “terkutuklah engkau di antara segala ternak dan di antara segala binatang hutan…”. Saat itu juga Tuhan berjanji akan mengirimkan Yesus melalui keturunan Hawa untuk meremukkan iblis (ay 15). Oleh sebab janji Tuhan itu, Adam memberi nama “Hawa” kepada isterinya itu. Hawa sendiri hanya diberikan hukuman atas perbuatannya itu. Adam juga tidaklah dikutuk Tuhan, tetapi tanah lah yang dikutuk. Adam harus bersusah payah mengelola tanah, karena tanah sudah terkutuk.

GLOWers, sejak awal manusia jatuh dalam dosa, Tuhan lah yang terlebih dahulu mendatangi manusia itu. Kepada kita juga Tuhan selalu setia mendatangi kita supaya kita bertobat dan meninggalkan segala kejahatan kita. Mau kah kamu meresponi Yesus yang menunggumu untuk segera bertobat dari kesalahanmu? (R’Tom)

Kamis, 28 April 2011

Jesus Style

Jumat, 29 April 2011

Karena bagiku hidup adalah Kristus..”
(Filipi 1:21)

Bacaan:
Filipi 1:20-26

Beberapa waktu yang lalu di Jakarta dihebohkan dengan peristiwa Bom buku. Ada Polisi yang menjadi korban karena dia menyalahi prosudur dalam menjinakkan bom. Karena ketidak mengertian polisi itu, dia menjadi korban. Untuk dapat menjinakkan bom, yang berwenang melakukannya adalah pasukan khusus yang sudah mendapat pelatihan-pelatihan. Penjinank bom itu memiliki style dan perlengkapan yang berbeda dari polisi lainnya.

Sewaktu ketika Yesus mendapati keadaan dimana ada seorang wanita yang berzinah dihakimi dan mau dilempari oleh masyarakat zaman itu. Namun Yesus segara “menjinakkan” bom amarah mereka yang ingin menghujani perempuan itu dengan batu. Dengan gaya Yesus yang bijaksana dan lemah lembut, mereka akhirnya tidak jadi melempari perempuan itu dengan batu. Right, Jesus Style is the answer….

Tuhan mengerti sekali solusi untuk setiap permasalahan di dunia ini. Ia mencari pasukan kecil saja untuk melakukan hal-hal besar. Asalkan pasukan itu mau mengikuti style Tuhan Yesus. Yesus itu penih dengan belas kasihan, ketaatan dan maunya Tuhan Yesus adalah kehendak Bapa. Dunia ini menantikan pasukan khusus yaitu kita yang sudah dipanggilNya. Bagimana dengan kita? Apa kita mau menjadi tim Khusus Tuhan? Bersediakah kamu hari ini hidup penuh dengan damai dan tertib? Apakah kamu menjadikan Firman Tuhan sebagai gaya hidupmu? (Hendra)